Organisasi Pelajar Trubus Iman (OPTI) menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban masa bakti 2018/2019. Acara penyerahan estapet kepemimpinan ini diadakan di aula pemancingan Agrowisata Trubus Sari. Dihadiri oleh keluarga besar Trubus Iman dan Pimpinan Pondok Al-Ustadzah Anisa Indah Lestari yamg mewakili Pimpinan lainnya, Al-Ustadz Reza Jehan Lesmana yang sedang di Surabaya, dan Al-Ustadz Daniar yang sedang menerima kunjungan tamu dari Kabupaten Penajam.

Staf Pengasuhan Putri menyatakan bahwa sesungguhnya yang menggerakkan dan mengelola kehidupan sehari-hari seluruh santriwati adalah OPTI di bawah bimbingan guru-guru. Selain melatih jiwa kepemimpian, OPTI merupakan kelas pendidikan yang tidak ditemukan dalam organisasi sekolah pada umumnya. Sebab organisasi sekolah hanya mengatur saat jam sekolah saja. Berbeda dengan yang disini, mereka mengatur kehidupan. Lebih luas cakupannya. Seperti Bagian Bahasa yang menangani penegakan disiplin untuk memulai terbiasa berbahasa resmi Arab dan Inggris di kalangan santriwati; ada juga Bagian Takmir Masjid, Bagian Olahraga, Bagian Dapur serta banyak lagi bagian lainnya. Seperti Bagian Keamanan bertanggungjawab menegakkan disiplin dan keamanan pondok secara keseluruhan.

“Jadi jalannya kehidupan dan disiplin pondok ini sehari-harinya sebetulnya yang memenej ya mereka sendiri, dan dari sinilah mendidik kepemimpinan sekaligus menyiapkan mental pemimpin” tukas Pengasuhan Santriwati ini.

Dalam kutipan wawancara kepada salah satu Pimpinan Pondok Al-Ustadzah Anisa Indah Lestari, B.H.Sc., M.Psi., Psikolog menegaskan bahwa pondok ini adalah lembaga pendidikan yang menyiapkan kader pemimpin masa depan. Maka, semua sistem, pola dan metode yang digunakan adalah sistem, pola dan metode kepemimpinan” tegas alumni Alumni Universitas Antara Bangsa, Malaysia atau IIUM.

“OPTI adalah organisasi santriwati yang dididik untuk menata dan mengatur kehidupan dan itulah tugas pemimpin, menata, mengatur, dan mengawal kehidupan selama 24 jam” ungkapnya. “Pengurus organisasi harus jadi driver, bukan passanger, kalau naik mobil driver tidak boleh mengantuk dan harus selalu waspada, sedangkan passanger boleh tidur malahan, driver harus tahu jalan, sedangkan passanger boleh tidak tahu, itulah beda keduanya” terangnya. Maka, menurutnya, jadilah orang yang mengendalikan bukan yang dikendalikan. Maka, pemimpin itu hati, otak, dan ototnya harus kuat dan punya daya tahan, daya dorong, dan daya suai yang bagus.

Beliau juga menjelaskan tentang kata kunci dalam memimpin. Pemimpin itu, menurutnya, kata kuncinya adalah tau masalah dan dapat menyelesaikan masalah. “Karena sekarang banyak orang disebut pemimpin tetapi tidak bisa memimpin, karena tidak tau masalah, bahkan tidak bisa menyelesaikan masalah” tandasnya.

Selanjutnya, peraih Master Psikologi dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya itu menekankan bahwa tiap orang di pondok harus selalu membawa 4 TAS dan menggunakan AC. “4 TAS yaitu integritas, loyalitas, totalitas dan kapasitas, sedangkan AC yaitu attention and care, perhatian dan kepedulian” imbuhnya. Di akhir pesannya, Ustadzah Anisa menjabarkan bahwa tipe yang harus dimiliki seorang pemimpin adalah kemauan dan kemampuan. “Di Trubus Iman, hanya boleh ada pengurus yang mau dan mampu. Minimal dia mau, meski belum mampu. Karena kemampuan bisa ditingkatkan dan diasah. Tapi, jangan ada yang tidak mau meski ia mampu, apalagi tidak mau dan tidak mampu. Tempatnya tidak di sini” ujarnya.

Terpilih sebagai ketua dan wakilnya adalah santri kelas 5 (2 Aliyah). Keduanya akan membawa bahtera OPTI dalam satu tahun mendatang. Jangan berhenti menjadi orang baik anak-anakku. In ahsantum ahsantum lianfusikum. Bondo bahi pikir, lek perlu sak nyawane pisan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top