Babak Sejarah Baru; Santriwati Trubus Iman Tampilkan Pendidikan dalam Sebuah Perhelatan Karya Seni

Trubus Iman – Ahad (26/02/2017) merupakan awal babak sejarah baru di Pondok Pesantren Trubus Iman. Sebuah perhelatan akbar karya seni Santriwati Trubus Iman membuka awal pagi hari yang diiringi rintik-rintik hujan. Bahkan, berkah Allah dari langit tersebut sedikitpun tidak melunturkan semangat mereka. Sebaliknya, motivasi untuk menunjukkan nilai-nilai pendidikan melalui seni ini semakin tidak terbendung.

Tidak main-main, ajang pertunjukkan yang direncanakan, diorganisasi, dipimpin dan dievaluasi sendiri, bahkan dibiayai sendiri ini banyak memukau walisantri dan keluarga besar Pesantren Trubus Iman. Meski keterbatasan sumber dana dan teknologi bukan berarti pertunjukkan ala santriwati ini tidak bisa disejajarkan dengan karya pertunjukkan lainnya. Sebab, selain berkelas, juga bernilai pendidikan dan pengajaran yang tidak dimiliki oleh show-show lain pada umumnya.

Pimpinan Pondok Pesantren, al-Ustadz Reza Jehan Lesmana, MBA., saat membuka acara juga menyampaikan, bahwa acara pagelaran seni ini adalah bagian dari kurikulum pesantren. Memegang teguh warisan falsafah pendidikan “apa yang didengar, apa yang dilihat, dan apa yang dirasakan”. Sesaat sebelum genderang drum ditabuh sebagai tanda awal acara dimulai, beliau mengingatkan kembali tema Arena Gembira ini, yaitu: “One Heart, One Dream, One Think, One Direction, to be Super Generation”  teriaknya.

Ikut hadir Pewakif dan Pendiri Pondok Pesantren Trubus Iman, H. Tony Budi Hartono. Melihat semangat santriwati dalam menampilkan berbagai acara, membuat beliau sedikitpun tidak beranjak dari tempat duduknya hingga acara usai. Selain itu, seluruh Ustadz dan Ustadzah juga tampak memenuhi tempat yang telah disediakan panitia. Lainnya, walisantri dari berbagai daerah juga ikut memenuhi tempat acara, tampak sesekali hadirin tertawa dan bertepuk tangan riuh pada saat berlangsungnya acara.

Rentetan acara yang dimulai pukul 08.30 hingga 11.00 ini berjalan tidak terasa. “Membanggakan” dan “mengharukan”, itulah dua kata yang sanggup terucap untuk menilai hasil kerja keras santriwati dan Ustadzah-Ustadzah Pembimbingnya. Ustadz Daniar, MA., sesaat sebelum berdoa mengatakan; “Melihat apa yang ditampilkan oleh anak-anak kita semua hari ini saya yakin, bahwa kelak mereka akan menjadi orang-orang hebat, kalau tidak menjadi orang hebat, kelak mereka akan menjadi pendamping orang-orang hebat, kalau pun tidak, dari mereka akan lahir orang-orang hebat” ujarnya. Semua berharap, bahwa semangat yang hari ini terlihat pada perhelatan karya seni ini mampu memberikan setruman positif untuk mereka dalam menjalani kegiatan dan aktifitas lainnya di Kampung Damai Trubus Iman. Amin

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top