Senin,  10 April 2017. Pimpinan Pondok Pesantren Trubus Iman Al-Ustadz Reza Jehan Lesmana dan Al-Ustadz Daniar membuka secara resmi ujian tahfidz secara bersamaan di dua tempat yang berbeda, yaitu santri putra di masjid Muhammad,  dan santriwati di masjid Khadijah.  Pelaksanaan ujian tahfidz ini direncanakan selama 4 hari.

Bapak Pimpinan menyampaikan kepada seluruh santri,  bahwa seorang hafidz adalah orang-orang yang menjadi pilihan Allah swt.  Selain itu,  Pimpinan berharap,  bahwa santri dan santriwati Trubus Iman harus memiliki tanggungjawab terhadap tahfidznya. Sebab,  setiap hafidz memiliki tanggungjawab tahfidz.  Dimana perbedaan tersebut dijelaskan Allah swt dalam surat ke 35 ayat ke 32, pertama adalah seorang hafidz ada yang melakukan kedzoliman terhadap dirinya sendiri. Mereka adalah hafidz dan tahus isi al-Qur’an,  namun tidak menempatkan setiap ayat pada tempatnya,  atau lebih parahnya,  dia mengetahui perintah Allah,  namun inkar dan lalai terhadapnya.

Kedua, diantaranya adalah hafidz yang pertengahan, yaitu hafal seluruh ayat dan mengetahui kandungan al-Qur’an,  namun ia gunakan hanya untuk kesolehan dirinya saja.  Terakhir yang ketiga,  adalah seorang hafidz yang menjalankan tanggungjawabnya sebagai hafidz dengan melakukan kesolehan-kesolehan sosial yang menjadikanya selalu menjadi pribadi yang mengingat Allah swt dimanapun dan kapanpun. Hal tersebut disampaikan Allah swt setidaknya empat kali dalam surat al-Qamar ayat ke 17, 22, 32 dan 40. “walaqod yassarna al-Qur’an li ad-dzikri”, dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur’an untuk dihafalkan.

Selain itu, Pimpinan juga mengingatkan bahwa seorang anak yang menghafal al-Qur’an merupakan bakti yang terindah untuk kedua otang tuanya. Kelak dia akan memberikan hadiah mahkota dan jubah sebagai tanda kemulian,  bahkan tidak hanya sampai disitu saja,  dia pun akan menggandeng kedua otangtunya yang taat menjalankan perintah Allah dengan kedua tangannya sendiri.  Subhanallah. Maka berbahagialah bagi seluruh orang tua yang menyadari lebih awal tentang kebenaran al-Qur’an dan mendukung pendidikan anak-anaknya di Pesantren Trubus Iman.

Hal berbeda dalam ujian kali ini adalah,  bahwa selain guru-guru tahfidz, kakak-kakak kelas yang telah hafidz 30 juz juga menjadi bagian dari penguji bagi adik-adik kelasnya. Ini adalah bagian dari sistem pembelajaran,  selain mengulang hafalannya,  mereka adalah kader-kader muda yang terpilih untuk menjadi penerus al-Qur’an pada masa mendatang.  Amin ya Robb.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top