Trubus Iman, 18 Juli 2019. Memasuki usianya yang ke delapan tahun (satu windu), Pondok Pesantren Trubus Iman adakan sujud syukur bersama di masjid Muhammad dan masjid Khadijah. Pelaksanaan kesyukuran ini diikuti oleh seluruh keluarga besar Pondok Pesantren, baik yang tinggal di dalam atau di luar kampus pesantren.

Sujud syukur yang di pimpin oleh Ust Daniar di kampus putra dan Ust Ghufron di kampus putri dimulai pada pukul 09.30 pagi. Dilanjutkan kemudian pesan dan nasehat dari Pendiri dan Pewakif pesantren, Ayahanda H. Tony Budi Hartono dan Al-Ustadz Reza Jehan Lesmana, Pimpinan Pondok Pesantren Trubus Iman.

Dalam pesannya H. Tony mengingatkan kembali kesadaran seluruh santri terhadap tujuan datang ke Trubus Iman. Untuk meneguhkan komitmen tersebut di bangun di taman miniatur Al-Qur’an “Ke Trubus Iman Apa yang Kau Cari?”. Beliau juga menekankan  bahwa pesantren bukan bengkel yang bisa memperbaiki dengan instan anak-anak yang memiliki masalah dan problem dalam kehidupan. Pemahan tersebut tentu sangat salah kaprah bubrah. Tidak benar sama sekali.

Pesantren adalah lembaga pendidikan dan pengajaran yang terintegrasi dengan sistem asrama. Memadukan ilmu dan amal sekaligus. Berpedoman pada keteladanan dama praktiknya. Berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Al-Hadits. Untuk itu, desain kurikulum dikembangkan dengan tiga pedoman utama, kurikulum kementerian agama, pesantren dan tahfidz.

Memasuki usianya yang ke delapan, berbagai upaya pengembangan dilakukan. Mulai dari sarana prasarana, disiplin, sistem pendidikan dan pengajaran, bahasa dan tahfidz. Bahkan tahun ke delapan ini, Pimpinan Al-Ustadz Daniar fokus pada pengembangan dan peningkatan program tahfidz di Pesantren Trubus Iman. Semoga Allah memberkahi. Amin

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top