Ada Yang Lebih Menakutkan Dari Corona

Ada yang lebih menakutkan dari Corona!

Namun sayangnya kita para orang tua sangat keras kepala. Hancurnya akhlak anak-anak kita yang disebabkan oleh kekosongan waktu tanpa bimbingan seorang Guru apalagi orang tua yang sibuk bekerja sampai menjelang senja.

Selalu berfikir bahwa anak-anaknya baik-baik saja seharian di kamarnya dengan smartphonenya. Tidak tau kah kita bahwa seharian itu anak kita sudah berselancar kemana-mana dengan HP nya? Tubuhnya bahkan auratnya sudah bisa diakses oleh siapapun di dunia maya.

Bukan ilmu agama lagi yang mereka terima. Didikan pornografi, hedonisme dan materialisme yang mereka tonton setiap saat di youtube, instagram, facebook dan whatsapp membuat mereka lupa dan lalai pada الله dan kewajiban mereka sebagai manusia. Mereka akan membesar tanpa hati, tanpa akhlak, dan tanpa agama. Berebut harta dan dunia lupa segalanya.

Tidak takutkah kita menjadi orang tua yang mandul seperti kata Nabi; orang tua yang mandul adalah orang tua yang memiliki banyak anak namun anak-anaknya tidak bermanfaat sama sekali untuk orang tuanya di alam kubur dan di akhirat kelak.

Ada yang lebih mematikan dari corona!

Kematian itu sendiri lebih mematikan dari virus apapun di bumi ini. Kematian itu 100% pasti. Dengan perantara maupun tanpa perantara.

Jika corona yang kita takuti hanya berpeluang nol sekian persen sebagai perantara kematian seseorang, maka kematian itu memiliki peluang pasti 100% untuk mengakhiri hidup sesorang.

Mengapa kita terlalu takut pada sesuatu yang belum pasti akan mematikan kita. Dan kita lupa pada kematian yang pasti akan kita hadapi.

Ada Yang lebih besar dari corona!

Kita lupa dan melupakan sesuatu yang lebih besar dari corona. Seakan-akan seluruh manusia di bumi bersatu dengan kekuatannya sendiri untuk melawan corona tanpa menyertakan Dzat Yang lebih Agung Yang Maha menciptakan corona itu sendiri.

Manusia lupa pada Tuhannya dan melupakan Tuhannya. Tidak pernah lagi tawakkal dan berserah diri kepada الله Yang Maha Segalanya. Menuhankan logikanya sendiri dalam menghadapi pandemi.

Adakah disini yang membaca artikel ini bisa memastikan kapan tepatnya pandemi ini berakhir?

Jika pada akhirnya tidak ada satupun manusia yang bisa memastikan, maka mengapa kita masih membuang waktu untuk menunggu sesuatu yang tidak pasti?

Yang terbaik adalah berikhtiyar semaksimal mungkin kemudian bertawakkal sebaik-baiknya kepada Sang Pemilik kehidupan.

Oleh: Reza Jehan Lesmana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *