Trubus Iman, 15/01/2019. Musim hujan yang datang menyambut tahun 2019 di seluruh Indonesia membawa berbagai peristiwa dan informasi. Salah satunya adalah berita tentang penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) dan malaria diberbagai daerah. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk ini merupakan jenis penyakit yang dapat menular ke siapa pun, bayi, anak-anak, dewasa dan orang tua sekalipun. Bila yang terjangkit tidak ditangani secara serius, maka dampaknya sangat fatal dan dapat mengalami kematian, ujar Pak Priyatno, Kepala Puskesmas yang turun langsung bersama Tim Fogingnya.

Demi mencegah timbulnya penyakit ini, mengingat sekitar pesantren begitu banyak tumbuhan dan genangan air hujan yang berpotensi menjadi tempat tinggal dan sumber penyebaran nyamuk, Pesantren bekerjasama dengan Puskesmas Padang Pengrapat melakukan foging (pengasapan). Seluruh tempat-tempat yang digunakan sebagai aktivitas dan kegiatan diasapi, mulai dari perumahan guru, asrama, kamar mandi, dapur, kelas, masjid, selokan-selokan dan sekitar pesantren.

Jenis nyamuk aedes agepty berbeda dengan nyamuk-nyamuk lainnya. Perkembangannya hanya pada air-air bersih yang tergenang di tempat-tempat yang menampung air, jentiknya tidak mau berkembang di air yang keruh dan air yang tergenang di tanah, Ujar Kepala Puskesmas asal Jawa ini. Jentiknya bila dibandingkan dengan jentik nyamuk lainnya juga tidak sama. Dia lebih aktif pergerakannya, ujar beliau menjelaskan kepada Pimpinan Pondok Pesantren, Ust Daniar.

Pemberantasan sarang nyamuk ini dimulai sesaat setelah hujan mengguyur pesantren dan selesai pada pukul 14.00 tepat. Suasana mendung mendukung pengasapan kali ini. Harapannya, foging yang dilaksanakan dapat memutus siklus penyebaran sekaligus pemberantasan nyamuk tersebut.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top