Tidur Siang Menjaga Kesehatan Tubuh dan Kecerdasan Otak Anak

Oleh: Ustadzah Anisa Indah Lestari, B.H.Sc., Psikolog

Sebuah penelitian dari Universitas Arizona menyebutkan, bahwa anak-anak yang tidur minimal 10 jam setiap harinya dapat meningkatkan daya memori otak. Terlebih tidur yang berkualitas atau nyenyak. Jauh sebelum penelitian ini ditemukan, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk melakukan qailulah atau disebut dengan power nap (tidur siang). Selain bernilai ibadah karena diniatkan untuk persiapan shalat di malam hari, ternyata tidur siang memiliki pengaruh yang begitu luar biasa untuk kesehatan, terutama otak yang berfungsi untuk mengatur seluruh tubuh dan otak manusia.

Di Indonesia, seringkali orang yang tidur sejenak pada siang hari dianggap orang yang malas. Uniknya, negara-negara yang non Islam (baca minoritas) seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang menjadikan power nap sebagai kebiasaan dan budaya yang dianjurkan untuk para pekerja dan siswa guna meningkatkan produktivitas kerja dan belajar. Selain itu, negara Amerika serikat dalam rangka menyadarkan masyarakatnya akan efek positif dari tidur sejenak di siang hari telah mendirikan “National Sleep Disorder Association” sebuah Asosiasi yang memberikan pelayanan bagi warganya yang memiliki kesulitan tidur.

Tidur siang atau dalam Islam dikenal dengan qoilulah yang dalam lisan al-Arab berarti tidur pada pertengahan siang. Juga dapat diartikan sebagai istirahat pada waktu siang meskipun tidak harus dengan tidur. Allah berfirman dalam surah Ar-ruum: 23 yang berbunyi:

 

وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

   “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan”.

 

Ayat tersebut menunjukkan tanda kekuasaan dan kasih sayang Allah pada umat manusia. Diantara tanda-tanda-Nya adalah siklus tidur pada malam dan siang hari sehingga manusia dapat beristirahat untuk menghilangkan rasa lelah dan penat.

Qailulah dapat dilakukan sebelum ataupun sesudah waktu zuhur akan tetapi lebih baik jika dilakukan setelah waktu dzuhur sebagaimana kebiasaan Rasulullah dan para sahabat pada zaman dahulu. Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata,“Mereka (para sahabat) dulu biasa melaksanakan shalat Jum’at, kemudian istirahat siang ( qailulah).” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no.1240, dikatakan oleh Al-Imam Al-Albani dalam Shahih Al-Adabil Mufrad no. 939: shahihul isnad).

Lainnya, dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu berkata,“Kami (dahulunya) tidaklah melakukan qailulah dan makan kecuali setelah shalat jumat di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam (Muttafaq alaihi, lafadz Muslim).

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan tim riset Michelle Sandoval, dengan merekrut 39 anak berumur 3 tahun yang terlihat memiliki perkembangan seperti anak-anak lain pada umumnya. Sebagian dari mereka tidur siang empat hari atau lebih dalam seminggu; yang lainnya kurang dari pada itu. Umumnya, anak dengan usia 3 tahun melakukan tidur siang sekali dalam sehari atau tidak sama sekali.

Para pelaku eksperimen mengajarkan kepada anak-anak dua kata kerja, pertama “memandang” dan kedua “mengaum”. Selanjutnya menunjukkan mereka sebuah video dimana dua aktor yang berbeda mendemonstrasikan perilaku sesuai dengan kata kerja tersebut. Penelitian lain mengungkapkan bahwa kata kerja biasanya lebih rumit untuk dipelajari bila dibandingkan dengan kata benda pada usia dini. Satu jam kemudian, setengah dari anak-anak tadi diminta untuk tidur siang minimal setengah jam, sedangkan yang lain tidak diminta untuk tidur siang. Selang 24 jam kemudian, anak-anak tersebut menonton video dari dua aktor baru, melakukan pekerjaan yang sama yang mereka sudah pelajari di hari sebelumnya dan mereka diminta untuk menunjukkan orang mana yang sedang “memandang” dan orang mana yang sedang “mengaum”.

Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa anak-anak yang diperitahkan tidur siang setelah pelajaran lebih cenderung mengingat makna dan arti dari kata “memandang” dan “mengaum”, meskipun mereka memiliki kebiasaan tidur siang atau tidak. Otak sedang memutar kembali memori-memori dan memperkuatnya selama tahapan-tahapan tidur siang dilakukan. Dukungan penelitian ini juga diperkuat oleh hasil studi dari co-author  Rebeca Gomez, yang merupakan ketua badan investigasi UA’S Child Cognition Lab yang menyebutkan bahwa tidur yang berkualitas juga membuat kita tenang dan rileks. Hormon stress dan kortisol  turun drastis, anak-akan bangun dengan perasaan senang, sigap, dan rasa ingin tahunya bertambah.

Disarankan bagi orang tua untuk mengatur waktu tidur siang anaknya secara teratur. Memang tidak bisa dipungkiri anak satu berbeda dengan anak lainnya dalam hal tidur siang., akan tetapi cobalah untuk selalu menjadwalkan waktu tidur siang untuk sang buah hati pada waktu tertentu atau minimal mendekati waktu yang sama setiap harinya.

Anak usia dua tahun seringkali akan terlelap setelah makan siang. Cobalah untuk mengajaknya membaca al-quran, membaca doa, atau menyelipkan cerita-cerita yang bermoral. Selanjutnya, pastikan kamar dalam suasana tenang dan gelap atau minim cahaya. Jika sang buah hati mengatakan ia tidak mengantuk, berhentilah dari aktivitas dan diamlah dan nyalakan lantunan ayat suci al-Qur’an. Terkadang, anak-anak bersikuat tidak mau tidur pada siang hari, dengan lembut dan tenang bawalah ia kembali untuk tidur. Jika cara tersebut juga tetap tidak berhasil, pastikan sang anak tidur yang cukup pada malam hari.

Maha Suci Allah yang telah menegaskan begitu pentingnya tidur pada malam dan siang hari serta menegaskan bahwa tidur merupakan tanda kebesaran Allah dan keajaiban yang harus dipelajari, diajarkan, dan diamalkan bagi orang-orang yang bertakwa. Oleh karena itu, sudah saatnya kita membudayakan salah satu sunnah Rasullullah SAW yang satu ini. Sehingga tidak hanya pahala dan keridhoan dari Allah SWT yang kita peroleh namun tubuh dan otak kita juga akan mendapatkan manfaat kesehatan yang sangat besar. InsyaAllah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top