Awal sejarah mulai digoreskan. Perencanaan pendirian Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam Trubus Iman mulai di tabuh. Diawali dengan kunjungan Prof. Dr. Ahmadi Hasan, SH, Dekan Fakultas Hukum Syariah UIN Antasari, didampingi dua penggawanya, Dr. Jalaluddin M. Hum, selaku Wadek Bidang Akademik, dan Dr. Syauqi Mubarak Seff, MA, sebagai Wadek Bidang Kemahasiswaan & Kerjasama datang ke Trubus Iman 28-29 Januari 2017. Sebuah awal tahun yang mencerahkan. Ketiganya menjelaskan bagaimana prosedur dan proses awal pendirian sekolah tinggi dimulai. Pengalaman dunia akademik ketiganya di lingkungan kampus UIN Antasari tentu tidak diragukan, ditambah dengan pengetahuan mendalam sebagai Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) memberikan poin positif yang besar dalam memberikan saran dan ide cemerlang dalam memulai langkah pendirian lembaga pendidikan kelas atas ini.
Beberapa poin penting yang disampaikan diantaranya; pertama, sebuah lembaga pendidikan tidak akan maju secara mandiri, maka dibutuhkan sebuah gerakan bersama dengan lembaga pendidikan dan institusi lainnya. Memorendum of Understanding (MoU) yang kemudian dilanjutkan dengan Memorendum of Action (MoA) harus segera dilakukan segera. Kedua, penguatan Sumber Daya Manusia sebagai pelaku dan mesin pergerakan sebuah lembaga harus dibangun untuk menjaga stabilitas sekaligus menentukan kualitas lembaga dalam menjalankan visi dan misinya. Untuk itu, Trubus Iman sudah waktunya membuka kesempatan bagi tenaga pendidik dan tenaga akademik yang memiliki kualitas sesuai dengan kebutuhan yang direncanakan. Ketiga, memenuhi segala ketentuan dan hukum yang telah ditetapkan pemerintah sebagai syarat dasar dan legalitas lembaga pendidikan harus dipenuhi secepatnya. Ketentuan-ketentuan hukum ini pada dasarnya adalah sebuah pembangunan jalan tol yang memberikan kemudahan bagi perguruan tinggi dalam menjalankan aktifitas pendidikanya. Serta beberapa poin penting lainnya.
Rombongan diterima langsung oleh Pendiri dan Waqif Pondok Pesantren Trubus Iman, Bapak Tony Budi Hartono, Pimpinan Pondok Pesantren, Ust Reza Jehan Lesmana dan Ust Daniar, didampingi Ust Fajar Agus Trionugroho yang mengatur jadwal kunjungan beserta Ust Miftahur Rosyidin Dan Ust Bintoro Dwi Nurcahyo yang mempersiapkan segala keperluan teknis selama kunjungan berlangsung. Suasana pertemuan sangat harmonis dan humanis. Harmonis sebab pertemuan ini berlangsung antara dua lembaga pendidikan yang sangat intens dalam memperhatikan pendidikan agama Islam. Humanis karena UIN Antasari sudah mencapai usia lebih dari setengah abad sejak awal didirikannya. Melihat Trubus Iman baru menginjak usia ke 6 tahun, kunjungan ini lebih bersifat seperti seorang kakek yang melihat cucunya.
Sebelum meninggalkan Pesantren, Prof. Ahmadi dan Tim menekankan kembali, bahwa dengan fasilitas dan sarana yang ada serta dukungan dari Pendiri dan Waqif Pondok Pesantren, tidak ada keraguan lagi untuk langsung memulai perencanaan pendirian STEBI (Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam) di Kabupaten Paser ini. Atas kemurahan dan kerendahan hati beliau-beliau ditengah-tengah kesibukan dunia akademik, telah rela menyempatkan waktunya untuk berkunjung ke Trubus Iman kami ucapkan jazakumullan khoiron. Semoga perjalanan yang ditempuh selama 10 sampai 12 jam jalur darat ini, dari UIN Antasari ke Kota Ungu dan sebaliknya menjadi pundi-pundi kebaikan Prof. Ahmadi, Dr. Syauqi dan Dr. Jalaluddin. Ketiganya membuktikan, bahwa Kami yang memulai berjuang di daerah terpencil Trubus Iman ternyata tidak sendirian.
Rofaqotkum as-Salamah Prof dan Tim. Selamat sampai kembali di tengah-tengah keluarga tercinta. Amin ya Robb.

 

#Daniar, Grogot, 29 Januari 2017

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top