NILAI & FALSAFAH

Bermula dari tanggungjawab dan keterpanggilan untuk memajukan umat Islam dan mencari ridha Allah, muncullah ide dan cita-cita luhur mendirikan Pondok Pesantren Trubus Iman. Nilai-nilai dan falsafah yang menjadi ruh serta landasan idealisme pendirian dan pengembangan Pondok Modern tetap dijaga bahkan semakin dikokohkan, karena jiwa dan falsafah inilah yang akan menjamin masa depannya. Nilai dan falsafah tersebut adalah:

PANCA JIWA

Seluruh kehidupan di Pondok Pesantren Trubus Iman dilandasi dan dijiwai oleh nilai-nilai Islami yang dapat disimpulkan dalam Panca Jiwa sebagai berikut:

Jiwa ini berarti sepi ing pamrih, yakni berbuat sesuatu bukan karena didorong oleh keinginan untuk mendapatkan keuntungan tertentu. Segala perbuatan dilakukan dengan niat semata-mata untuk ibadah Lillahi ta’ala. Kiai ikhlas mendidik dan para pembantu kiai ikhlas dalam membantu menjalankan proses pendidikan, demikian juga para santri yang ikhlas dididik. Jiwa ini menciptakan suasana kehidupan pondok yang harmonis dan menjadikan santri senantiasa siap berjuang di jalan Allah.

Sederhana berarti wajar, sesuai kebutuhan, tidak pasif atau nrimo, tidak juga berarti miskin atau melarat. Justru dalam jiwa kesederhanaan ini terdapat nilai-nilai kekuatan, kesanggupan, ketabahan dan penguasaan diri dalam menghadapi perjuangan hidup. Di dalamnya terpancar jiwa besar.

Kesanggupan menolong diri sendiri merupakan senjata ampuh yang dibekalkan pesantren kepada para santrinya. Bukan hanya berarti bahwa santri sanggup belajar dan berlatih mengurus segala kepentingannya sendiri, tetapi pondok pesantren juga sanggup berdikari sehingga tidak pernah menyandarkan kehidupannya kepada bantuan atau belas kasihan pihak lain. Pondoknya mandiri, demikian pula organisasi, sistem, kurikulum, pendanaan hingga manusianya, semuanya mandiri.

Kehidupan di Pondok Pesantren Trubus Iman diliputi suasana persaudaraan yang akrab, sehingga segala suka dan duka dirasakan bersama dalam jalinan ukhuwah dinniyah. Tidak ada dinding yang dapat memisahkan antara mereka. Ukhuwah ini bukan saja selama mereka di pondok, tetapi juga berpengaruh pada persatuan umat dalam masyarakat setelah mereka terjun di masyarakat.

Bebas dalam menentukan masa depan, bebas dalam memilih lahan perjuangan, bebas memilih lapangan penghidupan; sebagai petani, pedagang, pegawai, militer dan berbagai profesi lainnya, selama memberikan manfaat dan tetap mengemban misi perjuangan sebagai pendidik dan da’i di masyarakat.

MOTTO

Berbudi Luhur atau Al-Akhlakul Al-Karimah merupakan landasan utama pendidikan Pondok kepada seluruh santrinya, realisasi penanaman motto ini dilakukan melalui semua unsur pendidikan yang ada.

Pembentukan dan pemeliharaan tubuh yang sehat dipentingkan dalam pendidikan di Pondok Modern. Agar para santri dapat melaksanakan tugas hidup, belajardan beribadah dengan sebaik-baiknya.

Para santri di Pondok Pesantren Trubus Iman dididik secara sistematik untuk mempunyai kemandirian intelektual, mampu memperluas wawasan dan pengetahuan mereka. Santri tidak hanya diajari ilmu pengetahuan, tetapi juga diajarkan cara belajar serta dibekali dengan kunci-kunci yang dapat digunakan untuk membuka gudang pengetahuan.

Berpikiran bebas harus tetap berdasarkan nilai, bebas yang aktif dan positif, bebas yang bertanggungjawab serta tetap dalam bingkai syariat dan norma. Motto ini ditanamkan sesudah santri budi tinggi, berbadan sehat dan berpengetahuan luas.

FALSAFAH PESANTREN

Pondok Pesantren Trubus Iman mempunyai Falsafah Kelembagaan, Pendidikan dan Pembelajaran yang dijadikan sebagai pedoman dan dasar-dasar kehidupan serta dinamika Pondok secara keseluruhan.

• Pondok adalah lapangan perjuangan, bukan lapangan penghidupan
• Hidupilah pondok, dan jangan menggantungkan hidup kepada pondok.
• Pondok adalah tempat ibadah dan thalabul ‘ilmi.
• Pondok berdiri di atas dan untuk semua golongan.

• Apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dan dialami santri sehari-hari harus mengandung unsur pendidikan.
• Seluruh mata pelajaran harus mengandung pendidikan akhlak.
• Berjasalah tetapi jangan minta jasa.
• Mau dipimpin dan siap memimpin, patah tumbuh hilang berganti.
• Berani hidup tak takut mati, takut mati jangan hidup, takut hidup mati saja, hidup sekali hiduplah yang berarti.
• Hanya orang penting yang tahu kepentingan, dan hanya pejuang yang tahu arti perjuangan.

• Al thariiqah ahammu min al maaddah, wa al mudarrisu ahammu min al thariiqah wa ruuh al mudarrisi ahammu min al mudarris.(Metode lebih penting daripada materi pelajaran, guru lebih penting daripada metode, dan jiwa guru lebih penting daripada guru itu sendiri).
• Pondok memberi kail, tidak memberi ikan.
• Ujian untuk belajar, bukan belajar untuk ujian.
• Ilmu bukan untuk ilmu, tetapi ilmu untuk ibadah dan amal.