TI, 10/06/22. Bank Indonesia Wilayah Balikpapan kembali melalukan program capacity building untuk semua pesantren binaannya. Kali ini destinasi tempat pelaksanaanya di Provinsi Jawa Barat, tepatnya Pondok Pesantren Al-Ittifaq Ciwidey dan Pondok Pesantren Darut Tauhid Geger Kelong.

Tema acara tahun ini adalah pengembangan digitalisasi sistem pesantren yang terintegrasi dengan upaya pemberdayaan untuk kemandirian ekonomi pesantren. Mewakili Kepala Bank Indonesia Balikpapan Ibu Lidya, Pak Bambang dan Pak Abi, dengan 7 pimpinan dan pengelola usaha pesantren binaan.

Upaya digitalisasi pemberdayaan ekonomi pesantren adalah keniscayaan. Menjadi pilar penting dalam pengembangan usaha pesantren dalam menyambut perkembangan teknologi yang begitu cepat. Gus Irwan menekankan pentingnya digitalisasi usaha pesantren untuk menjawab tantangan sekaligus peluang usaha di era global. Dengan digital menjamin kualitas, kuantitas, kompetitas dan kontinuitas usaha dengan terukur.

Semangat yang sama disampaikan Pak Alek dalam sambutannya di Darut Tauhid. Pesan mendasar yang meningkatkan semangat dan motivasi peserta, bahwa semua keberhasilan dan perkembangan usaha kedua pesantren tersebut semuanya dimulai dari sesuatu yang sederhana yang ditekuni dan istiqomah.

Pelaksanaan program ini dimulai pada tanggal 7 Juni dan berakhir Jumat, 10 Juni 2022. Di akhir acara berbagai model pengembangan usaha existing pesantren peserta dan rencana program kedepan siap di dukung Bank Indonesia sebagai bentuk komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pintu-pintu pesantren.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top