Pesantren adalah lembaga pendidikan yang berasal dari, dikelola oleh, dan berkiprah untuk masyarakat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pesantren adalah model lembaga pendidikan yang murni swakelola dan swadana. Dalam arti, kemandirian yang ditunjukkan oleh pesantren bersifat menyeluruh, mencakup kemandirian kurikulum, pendanaan, SDM, sarana dan prasarana, dan sebagainya.

Karena itu banyak pondok pesantren swadana diantaranya seperti pondok pesantren Sunan Drajat peninggalan Wali Songo yang didirikan oleh Sunan Ampel sekitar tahun 1460 di Lamongan, dengan membentuk Forum Komunikasi Pesantren Agribisnis, pondok pesantren ini mampu berbuat banyak dalam rangka pemberdayaan ekonomi umat dengan basis potensi lokal. Pesantren ini juga  mengarahkan para santrinya untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan vocational dalam usaha-usaha agribisnis yang mencakup industri pertanian, tanaman pangan, peternakan, perikanan, kehutanan, pengembangan industri dan sebagainya.

Pondok pesantren lain yang tergolong salafi pondok pesantren Asem Agung Banjarsari Probolinggo yang didirikan pada tahun 1949. Pesantren ini membangun sumber dan aset ekonomi yang diberi nama “Pasar Bakdo”. Melalui pasar ini sebagian besar kiosnya dikelola oleh para alumni pondok pesantren ini. Usaha ini tampak sukses mengangkut kemandirian ekonomi pondok pesantren sekaligus membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Demikian juga halnya pondok pesantren Al-Ittifaq Bandung yang berdiri sejak tahun 1934 berhasil mengembangkan agribisnis sebagai sumber pendanaan kegiatan pesantren, dengan visinya “Memberdayakan umat melalui ilmu agama dan usaha yang berwawasan agribisnis” menjadi strategi utama kemandirian pondok ini dalam meningkatkan kesejahteraan serta kualitas hidupnya. Pilihan agribisnis sebagai jenis usaha karena mempertimbangkan potensi lokal sekitar pesantren yang merupakan lahan pertanian sayur-mayur. Oleh karena itu, pondok pesantren Al-Ittifaq disamping dikenal sebagai lembaga pendidikan agama juga sebagai pondok agribisnis.

Selain pesantren-pesantren di atas masih terdapat pesantren Darul Hijrah yang mengadakan kegiatan perikanan air tawar, penanaman jati, perkebunan karet, pisang, dan agriwisata. Pesantren Hidayatullah yang memiliki berbagai jenis usaha ekonomi sebagai penopang bagi keberlangsungan aktivitas pendidikan dan dakwahnya seperti peternakan sapi dan ayam, perkebunan jeruk, budi daya ikan, dan Baitul Mal- Hidayatullah (BMH). Ada juga Pesantren Nurusshabah yang memiliki usaha peternakan sapi dan masih banyak pondok pesantren yang melakukan kegiatan ekonomi dengan mendirikan koppontren sebagai sumber pendanaan pondok pesantrennya.

Melihat potensi ekonomi jamaah ini lah, Pondok Pesantren Trubus Iman dalam usianya yang ke 6 tahun ini terus berupaya mengembangkan unit-unit usaha bisnisnya untuk mendukung operasional pesantren sekaligus menjaga kesejahteraan Ustadz dan Ustadzahnya serta para anshor pondok yang membantu secara langsung perjuangan di Pondok Pesantren. Untuk itu, berbagai usaha telah dilakukan, dengan mulai membuka lahan perkebunan kelapa sawit seluas 400Ha, Pengembangbiakan burung walet, rumah makan dan pemancingan, air minum kemasan, koperasi pelajar, dan masih banyak lagi unit bisnis yang masih direncanakan. Semoga Allah memberikan kemudahan dan berkahnya kepada seluruh pengurus YSPITI beserta seluruh pembantu-pembantunya. Sehingga semu rencana yang telah ditetapkan dapat segera terlaksanakan dengan baik. Amin

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top